ECO OFFICE DI PABRIK ES KRIM CAMPINA (Part 2)

Sahabat Campina, menyambung blog post sebelumnya mengenai eco office di pabrik es krim Campina, berikut adalah beberapa budaya ramah lingkungan yang diterapkan di pabrik kita. Eco office adalah sebuah konsep kantor yang ramah lingkungan dengan berbagai upaya yang dilakukan. Bisa dengan menghemat penggunaan listrik selama operasional kerja, menghemat air, dan berbagai upaya lain yang bisa Sahabat Campina temukan di pabrik es Krim Campina.

SONY DSC

Desain kaca yang dibuat cukup besar untuk menerangi proses operasional kerja

 

SONY DSC

Setting AC di suhu 24 derajat Celcius

Desain kaca di ruang staff dibuat sedemikian rupa sehingga cukup besar untuk membantu proses operasional saat jam kerja, sehingga meminimalisir penggunaan lampu sebagai salah satu bentuk penghematan listrik yang dilakukan di pabrik es krim Campina. Bila dihitung-hitung, konsumsi daya listrik bila menggunakan lampu di ruangan dalam satu tahun adalah 5760 kWh (kilo watt per hour), sedangkan konsumsi daya listrik bila tidak menggunakan lampu dan dengan bantuan sinar matahari dalam satu tahun adalah 720 kWh. Jadi telah dilakukan efisiensi sebesar 87,5 %. Hanya dengan melakukan perubahan kecil di bagian bangunan pabrik dan mind set kita, bisa menghemat listrik sedemikian besar.

Sama hal nya dengan setting pendingin ruangan atau air conditioner, setiap menurunkan 1 derajat celcius sama dengan peningkatan listrik sebesar 6%.

vegan2

vegan1

Perubahan pola makan menjadi vegetarian

Penghematan di eco office Campina yang memberikan dampak positif bagi lingkungan juga dilakukan dengan membiasakan karyawan untuk menyantap makanan berbahan dasar nabati saja (vegan). Sebagaimana kita ketahui, industri peternakan menyumbang 18% untuk pemanasan global, sebuah angka yang lebih besar dari efek seluruh alat transportasi dunia jika digabungkan. Peternakan menghasilkan hasil sampingan. Kotoran hewan ternak yang mengandung nitrogen oksida, ada juga gas metana, yang dihasilkan selama proses pencernaan makanan. Efek pemanasan yang dihasilkan dari 2 hasil sampingan tersebut adalah nitrogen oksida, yang 3.000 kali lebih besar dari karbondioksida dan gas metana, yang 23 kali lebih besar dari karbondioksida.

Semua karyawan di pabrik es krim Campina menyantap makanan di kantin yang sama dengan menu vegan yang berbeda setiap harinya, yaitu menu yang tidak berbahan dasar hewani.

Penghilangan tissue di toilet meminimalkan penggunaan tissue yang sebelumnya dibutuhkan 24 kotak tissue per bulan. Sehingga bila dikalkulasi, dalam satu bulan dibutuhkan 3.600 lembar. Penggunaan hand dryer dibutuhkan untuk efisiensi penggunaan tissue di toilet saat selesai cuci tangan.

Penghematan sumber daya energi dilakukan di lingkungan eco office dengan menggunakan sensor lampu di toilet. Ketika toilet digunakan lampu akan otomatis menyala, namun selama maksimal 10 menit lampu akan otomatis juga padam. Sehingga untuk efisiensi ini, menghemat penggunaan listrik sebanyak 710,69 kilowatt per tahunnya.

 

timer RO.jpg

Penggunaan timer pada stasiun air Reverse Osmosis

Pada postingan mengenai Minum Air Langsung Dari Keran, Di Pabrik Es Krim Campina telah dipaparkan bahwa di pabrik es krim Campina menggunakan alat filter air Reverse Osmosis. Pada alat tersebut dipasangi timer agar mati sendiri saat karyawan pulang pada pukul 17.00 WIB. Setelah dipasangi timer, efisiensi yang dilakukan telah menghemat 62,5% penggunaan listrik.

Wah banyak sekali ya Sahabat Campina, upaya yang bisa kita lakukan untuk melakukan berbagai efisiensi agar tercipta kantor yang ramah lingkungan (eco office)? Now is your turn, Sahabat Campina!

Sampai jumpa di Pabrik es krim Campina, sahabat!

 

 

 

 

Iklan

Ada Apa Saja Di Pabrik Es Krim Campina? (bagian2)

Halo lagi sahabat Campina!
Di cerita tentang kunjungan ke pabrik es krim Campina bagian 1, kita sudah melihat-lihat kegiatan apa saja yang dilakukan sejak pertama sampai di lokasi pabrik hingga setelah mencicipi es krim Campina bersama-sama di ruang Avatar. Hmmm… 🙂

Briefing sebelum turun melihat pembuatan es krim

Briefing sebelum turun melihat pembuatan es krim

Setelah mengenakan penutup kepala (dibagikan satu-satu oleh kakak pemandu) dan membersihkan tangan kembali dengan sabun anti kuman, adik-adik ini kembali melanjutkan petualangannya di pabrik es krim. Sesaat sebelum turun melihat proses produksi, kak Anis dan kakak-kakak pemandu lainnya akan menjelaskan sekilas tentang kantin karyawan Campina. Di kantin karyawan Campina ini sungguh menarik menu hidangannya. Betapa tidak, semua menu masakan yang disediakan adalah menu masakan vegan, atau tidak mengandung bahan-bahan yang berasal dari hewan sama sekali.

Papan pemberitahuan dekat pintu kantin karyawan

Papan pemberitahuan dekat pintu kantin karyawan

Hal ini didorong oleh semangat menjaga kelestarian alam dan juga menjaga kesehatan badan, dengan makan makanan vegan sekali dalam sehari. Semua personel yang ada di pabrik es krim Campina, dari semua level dan jabatan, termasuk bapak ibu direksi makan bersama di kantin ini. Menikmati menu masakan yang sama.

Saatnya melihat-lihat proses pembuatan es krim!

20150923_110457

Adik-adik dipandu oleh kakak-kakak MC dan pendamping dari sekolahnya kemudian menuruni tangga menuju lantai bawah, tempat mereka melihat es krim Campina dibuat.

Karena tidak diperbolehkan mengambil foto di ruangan produksi, maka Kak Aryo lanjutkan ceritanya ke sesi selanjutnya dari factory tour ini ya! 🙂

Setelah melihat-lihat kakak-kakak karyawan yang sedang sibuk bekerja mengemas es krim dalam karton-karton yang sesuai, para pengunjung berlanjut memasuki dan melewati ruang penyimpanan bahan baku es krim. Dan rasanya tidak lengkap jika tidak merasakan dinginnya ruang pendingin es krim, bukan?

Bersiap dengan jaket kuning Campina!

Bersiap dengan jaket kuning Campina!

Dan ‘petualangan’ selanjutnya dari adik-adik ini adalah memasuki ruang pendingin es krim, yang bersuhu minus 15 hingga 30 derajat Celcius. Dan semua visitor yang hendak masuk ke ruang penyimpanan es krim Campina ini wajib mengenakan jaket tebal warna kuning yang sudah disediakan. Handphone peralatan elektronik tidak diperbolehkan dibawa masuk, karena ada kemungkinan rusak terkena suhu yang sangat dingin didalam gudang berpendingin ini.

Ada beberapa anak-anak yang tidak diperbolehkan masuk ke dalam ruang bersuhu jauh dibawah nol derajat Celcius ini karena alasan kesehatan, misalnya menderita sesak nafas, asthma, dan sejenisnya.

Berfoto ria setelah keluar dari ruang pendingin

Berfoto ria setelah keluar dari ruang pendingin

Kereta musim dingin yang tampak di gambar diatas adalah tempat menyimpan jaket-jaket penahan dingin yang wajib dikenakan para pengunjung sebelum masuk ke ruangan/gudang pendingin. Setelah seluruh pengunjung keluar dari gudang pendingin ini, maka selesailah rangkaian tour di pabrik es krim Campina.

20150923_113149

Terima kasih kepada para siswa/siswi dan para guru pendamping dari SDK Kalam Kudus Surabaya atas kunjungannya ke pabrik es krim Campina tanggal 23 September 2015 yang lalu.

Semoga kunjungannya berkesan dan mau berkunjung kembali ya! 😀

 

Visiting ice cream factory in Surabaya, Indonesia

Tell me, what you have in mind while the word ‘ice cream factory‘ running across your mind? 😉

Is it creamy? Milky? Cold? Freezing? Tasteful? Or all kinds of happy thoughts, that just in a moment, your mind will brought into fun and delightful thoughts…

Campina Memorabilia

Campina Memorabilia

 

It’s what happened during our every ice cream factory tour session. Our ice cream factory is located at Jalan Rungkut Industri 1 No. 15-17 Rungkut, Surabaya-Indonesia. Every Monday until Friday, our factory is open for public. We have 4 sessions. 2 sessions before lunch time, are arranged specially for kids and teenagers. While 2 sessions after lunch are arranged for adults (public). That include : group of families, high schools, universities, and much more. Every session lasts for 45-60 minutes, and consist of : greeting – office walk – blue jack room – office walk/vegan canteen walk – ice cream production room – raw materials room – cold room – office walk – avatar room – farewell.

At blue jack room, every visitor is presented some information about Campina Ice Cream. Our history, our founding father, how we make our products,  how we distribute our products from west to east of Indonesia, our products through presentation and video of our company profile. That presentation is delivered by our public affair team, whom consists of 4 people. They are Kak Aryo, kak Indri, kak Emilia, and kak Anis. Not only presenting about Campina Ice Cream, these friendly folks will accompany all visitor during the sessions. Explaining and answering all visitor’s questions.

Baca lebih lanjut

Kantin Vegan di Campina Ice Cream Factory

Beberapa dari kita mengenal vegetarian hanya sebatas makan sayur sayuran saja.

Sebenarnya, apa itu vegetarian? Vegetarian adalah sebutan bagi orang yang hanya makan tumbuh-tumbuhan dan, tidak mengonsumsi makanan yang berasal dari makhluk hidup seperti daging dan unggas, namun masih mungkin mengonsumsi makanan laut seperti ikan, atau produk olahan hewan seperti telur, keju, atau susu.

Vegetarian dikelompokkan menjadi beberapa jenis antara lain adalah semi-vegetarian, lacto-ovo-vegetarian, lacto-vegetarian, ovovegetarian, pesco-vegetarian dan vegan. Vegan merupakan kelompok nabatiwan yang paling ketat. Saking ketatnya, para vegan menentang penggunaan produk non-makanan yang berasal dari hewan. Seperti pakaian dan sepatu, dan produk yang diujicobakan pada hewan seperti beberapa jenis kosmetik dan obat-obatan. Walaupun masih terdengar asing, sebagian orang telah menetapkan diri memilih pola hidup vegetarian.

 

Begitu juga dengan yag dilakukan di factory Campina Ice Cream,  yang telah memutuskan untuk selalu menghadirkan menu vegetarian di kantinnya sejak 3 tahun yang lalu.

Beberapa menu masakan vegan di kantin factory Campina

Beberapa menu masakan vegan di kantin factory Campina

Kanton factory = zona bebas daging

Kantin factory = zona bebas daging

Baca lebih lanjut